Siang ini, istirahat kerja siangku dihiasi wajah seorang alumni yang tampak murah senyum. Walaupun sudah 2 bulan lebih berlalu sejak selesainya pelatihan, wajah itu tak asing lagi tuk bertegur sapa, berbagi kisah, saling memberi informasi, dan saling menyemangati. Daud Sulaeman, alkhamdulillah masih ku hafal nama itu.
Bagiku Daud adalah sosok yang ulet dan tekun. Bagaimana tidak? Ditengah kesibukannya sebagai seorang loper koran, waktu itu Daud masih bersikeras menyisihkan waktunya untuk mengikuti Pelatihan Kerja guna memperdalam ilmu permesinannya pasca SMK. Walaupun kadang harus izin terlambat karena pekerjaannya ataupun tampak kecapekan karena membagi waktunya, dia tak pernah menyerah menyelesaikan Job yang diberikan di pelatihan.
Daud adalah seorang yang masih teguh memegang cita-citanya. Impiannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak melalui ilmunya tampak tak pernah pudar. Tekadnya memperdalam ilmunya begitu mengesankan. Keinginannya dalam berprinsip bahwa memperdalam satu bidang ilmu sampai menjadi ahli akan mengangkat taraf hidupnya masih dan akan dijalani. Kali ini dia datang dengan segudang harapan untuk kembali menekuni tingkat "intermediate dan advance" di bidang permesinan CNC (Computer Numerical Control). Suatu cita-cita berilmu yang mengagumkan. Mengingatkanku akan firmanNya tentang ilmu dan peningkatan derajat seseorang.
Kesadarannya untuk berproses dan berkorban tampak akan pernyataanya bahwa hidup harus dilakoni dengan motivasi, konsistensi dan kerja keras. Digenggamnya erat prinsip bahwa kesuksesan bukanlah hasil instan dan singkat, namun terdapat proses panjang dan pengorbanan didalamnya. Sorot matanya memperlihatkan secercah pemikirannya untuk ber-strategi dalam hidupnya diantara kebutuhan hidup dan semangat ber-ilmu-nya. Semoga niat baik untuk berkorban menggadaikan motornya demi belajarnya menjadi bagian dari sejarah manis kesuksesannya kelak. Cita-cita kesuksesan yang juga ditekuni dengan mendekatkan padaNya, sebagai spirit dasar agar tak pernah pudar menjadi sharing terakhir sebelum berpisah. Kembali Daud melangkah dengan tegap.
Semangat Seorang Daud yang Tak Pernah Pudar
Oktosa Indriatmoko - CEVEST, 20 Agustus 2009Siswa Pencaker: Gak Hidup Kalo Ga Ada Motto
Oktosa Indriatmoko - CEVEST, 04 Juli 2009
"Selami jiwa-jiwa mereka, kemudian ajak mereka kedalam dunia kita". Masih terngiang prinsip "Quantum Teaching" dalam pikranku untuk beberapa menit pertama sessi pelatihan. Memberi inspirasi untuk menyajikan yang terbaik sehingga siswa "enjoy" dan tersugesti "belajar dan berlatih adalah hal yang asyik dan menyenangkan".
Kira-kira satu minggu yang lalu, hari pertama yang istimewa ketika aku masih dipercaya melatih siswa pencari kerja (pencaker) angkatan ketiga ditahun 2009. Tegur sapa dan saling kenal berlanjut dengan berbagi pengalaman dan motto hidup. Walaupun malu-malu dan kaget karena hal ini tidak terduga, sempat juga ter-eksplor beberapa "rahasia" motto mereka."Hidup adalah tantangan, Pak!,...Rasanya ga hidup kalau ga ada tantangannya" Seru salah satu dari mereka. "Wow keren!!", aku menimpali. "ada lagi, pak!. Aku tak ingin jadi benalu!", "Aku ingin ter-motivasi!"..."Aku ingin menambah wawasan". Sambil saling tertawa mereka mengungkapkan dan melihat ekspresi masing-masing.
Tiba-tiba ada yang spontan membikin motto hidup dari cuplikan iklan. "Bikin hidup lebih hidup, Pak!". "Wow, amazing!" masih aku menimpali...disela-sela riangnya kelas...Sessi berbagi motto hidup ku awali dengan motto hidup baru sesuai materi hari ini Gambar Teknik. "Oke, class...motto dahsyat hari ini adalah..."I was born to draw..!!!, Kita telah terlahir untuk menggambar!!.
Materi demi materi, job demi job, diskusi demi diskusi, jalani bersama hingga akhir sessi. Oleh-oleh PR dan rasa penasaran menambah keceriaan kita. Terima kasih para siswa atas motto hidupnya. "Teaching is learning"...dari siswa juga saya banyak belajar.

